4
target sukses pembangunan pertanian, yaitu swasembada berkelanjutan,
diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor,
serta peningkatan kesejahteraan petani.
Badan Litbang Pertanian Menuju Nano Teknologi: Semakin Kecil, Semakin Dahsyat
Nanoteknologi
merupakan bidang yang sangat multidisiplin, mulai dari fisika terapan,
ilmu material, sains koloid dan antarmuka, fisika alat, kimia
supramolekul, mesin pengganda-diri dan robotika, teknik kimia, teknik
mesin, rekayasa biologi, teknologi pangan dan tekno elektro.
Nanoteknologi dideskripsikan sebagai ilmu mengenai sistem serta
peralatan berproporsi nanometer. Satu nanometer sama dengan seperjuta
milimeter. Karena ukurannya yang teramat kecil, tren dalam nanoteknologi
condong ke pengembangan sistem dari bawah ke atas (bukan atas ke
bawah). Maksudnya para ilmuwan dan teknisi tidak menggunakan materi
berukuran besar lalu memotongnya kecil-kecil, tapi menggunakan atom
serta molekul sebagai materi blok pembuatan yang fundamental.
Nano
teknologi ini, sudah di aplikasikan dalam bidang teknologi pertanian
misalnya dalam Nano-modifikasi benih dan pupuk / pestisida, teknik
pengemasan makanan, energy ramah lingkungan dan teknik jaringan,
Nanoteknologi dapat membantu untuk mereproduksi atau untuk memperbaiki
kerusakan jaringan “Tissue engineering” yang menggunakan proliferasi sel
secara artifisial distimulasi dengan menggunakan nanomaterial berbasis
perancah yang sesuai dan faktor pertumbuhan. Teknik jaringan akan
menggantikan pengobatan konvensional saat ini seperti transplantasi
organ atau implan buatan.
Dengan adanya nano teknologi
dalam pertanian akan dapat m eningkatkan produktivitas pertanian,
kualitas produk, penerimaan konsumen dan efisiensi penggunaan sumber
daya. Akibatnya, ini akan membantu mengurangi biaya pertanian,
meningkatkan nilai produksi dan meningkatkan pendapatan pertanian. Ini
juga akan menyebabkan konservasi dan meningkatkan kualitas sumber daya
alam dalam sistem produksi pertanian. Selain itu nano teknologi juga
diaplikasikan di berbagai bidang seperti kimia dan lingkungan,
kedokteran (nanoteknologi biomedis, nanobiotechnology, dan nanomedicine,
Informasi dan komunikasi (nanoRam), konstruksi, tekstil, optic dll.
Kecanggihan
teknologi ini bukan berarti meniadakan dampak negatif. Salah satu hal
yang ditakuti para ilmuan adalah kemampuan self replicant, sebagai
contoh dibuat produk untuk membasmi virus pada tubuh manusia contohnya
kanker namun bila antivirus ini tidak terkontrol untuk sifat self
replicant maka dapat membahayakan tubuh manusia yang memakainya. Serta
hal negative lain yang mungkin terjadi, contohnya pembuatan bom yang
dirancang sedemikian rupa dengan ukuran superkecil dengan kemampuan daya
ledak yang besar. Diperlukan kesetimbangan intelektual dan moral dalam
mengaplikasikan teknologi ini.
Nanoteknologi Mulai Menyentuh Bidang Pertanian
Mengagumkan,
bahwa perkembangan nanoteknologi mulai berkembang pesat dan menyentuh
seluruh ranah perkembangan teknologi. Tidak hanya dalam bidang
nanoteknologi biomedis, nanobioteknologi, nanomedicine, nanochemist,
nano materials bahkan saat ini nanoteknologi mulai dikembangkan dalam
bidang pertanian. Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini terjadi
gejolak global mengenai ketimpangan ketahanan pangan yang semakin
meningkat kosentrasinya baik itu di Indonesia maupau di luar negeri.
Saatnya Nanoteknologi Berkiprah dalam Dunia Pertanian !
Nampaknya
permasalahan mengenai ketahanan pangan yang diakibatkan oleh perubahan
iklim semakin riskan dan mengkhawatirkan. Dari segala aspek pertanian
mencoba melakukan rekayasa untuk mengadaptasikan tanaman terhadap iklim
ekstrim, mulai dari upaya pertanian pertanian green house sampai
pertanian bawah tanah (tanpa sinar matahari) ternyata tidak terlalu
ampuh untuk mengadaptasikan fisiologi tanaman terhadap iklim lingkungan
yang tak menentu. Hingga pada akhirnya muncul kolaborasi antara
nanobioteknologi dengan nano material yang mempelajari struktur tanaman
hingga partikel terkecil penyusun sel tumbuhan.
Teknologi Nano Selesaikan Masalah dalam Bidang Pertanian
Akhir-
akhir ini banyak kita lihat sawah- sawah yang kering dan hanya
dibiarkan begitu saja. hal itu sudah sangat menunjukkan kualitas
pertanian di negara ini semakin menurun. jika hal tersebut dibiarkan
tidak menutup kemungkinan pertanian diIndonesia ini akan semakin
mengalami kemunduran. melihat kualitas pertanian di Indonesia yang
seperti ini, memang sangat dibutuhkan teknologi yang dapat membantu dan
mempermudah pertanian. Teknologi itu nantinya diharapkan mampu
menjadikan pertanian di Negara ini kembali pada kualitas yang baik dan
dapat mengembangkan sumber daya manusia.
Teknologi nano
saat ini tengah gencar didiskusikan dan dikembangkan. Badan Litbang
pertanian juga telah melakukan beberapa penelitian dan sanggup
menyekolahkan para peneliti yang berminat mendalami teknologi nano .
Dari beberapa hal yang telah dilakukan oleh badan Litbang ini, kita
dapat menyimpulkan bahwa teknologi nano sangat dipercaya untuk
mendapatkan hasil pertanian yang memuaskan. Teknologi Nano awalnya
hanya digunakan pada kosmetika, tetapi karena penelitian yang dilakukan
oleh badan Litbang pertanian, teknologi ini juga dapat digunakan dalam
bidang pertanian. Teknologi Nano dapat mengembangkan unsur hara dalam
tanah yang berukuran nano dan dapat juga digunakan untuk
pengendalian hama dan penykit tanaman. Teknologi yang bekerja pada
dimensi 10 pangkat minus 9 ini dapat mengembangkan pertanian masa depan.
Dan kenyataannya memang pada zaman sekarang ini diperlukan adanya
teknologi yang mampu mengembangkan mutu pertanian di Indonesia agar
mendapatkan hasil pertanian yang baik dan memuaskan. karena sumber
kehidupan manusia juga bergantung pada kualitas pertanian.
Sebaiknya
pemerintah lebih memperhatikan pertanian di Negara ini yang semakin
memprihatinkan, karena saat ini sudah jelas terlihat pemerintah sangat
acuh terhadap pertanian di Indonesia. Teknologi yang berkembangpun harus
mendapat dukungan dari pemerintah agar teknologi bisa dimanfaatkan
secara optimal. karena pertanian sangat bergantung pada perkembangan
teknologi, jadi pemerintah wajib memperhatikan perkembangan teknologi
juga agar kualitas pertanian di negara ini bias lebih baik dan
mendapatkan hasil yang memuaskan.
Kolaborasi dari
nanobioteknologi dan nano material mengkaji tentang susunan genetika
tanaman serta rekayasa jaringan untuk menghasilkan varietas tanaman yang
kebal terhadap perubahan iklim. Dari informasi genetik yang diperoleh,
nanobioteknologi mengupayakan untuk menginsersi DNA unggul (DNA yang
mempunyai sifat tahan terhadap perubahan klim) untuk ditanamkan
(transplantasi) pada modus DNA sel tanaman yang akan dijadikan induk.
Dalam kajian yang lebih luas, ternyata nanoteknologi dalam pertanian
juga menangani ranah perunutan penyakit tanaman dan intensifikasi
pemupukan. Perunutan penyakit tanaman dilakukan dengan teknik penyisipan
partikel berukuran nano (sebagai pelacak) ke dalam tubuh tanaman dan
dibiarkan menyebar ke seluruh jaringan untuk mendeteksi lokasi sumber
penyakit berada. Setelah sumber penyakit ditemukan, maka pengobatan akan
lebih efektif dan efisien.
Pupuk Nano Menawarkan Efisiensi dan Penghematan
Teknologi
nano bisa membawa manfaat besar dan mendalam pada sistem pemupukan dan
perlindungan tanaman dengan kepraktisan, ketepatan, efisiensi dan
penghematan, makalah diskusi IFPRI mengungkapkan berdasarkan berbagai
hasil penelitian di mancanegara.
Diutarakan, efisiensi penggunaan
nitrogen pada sistem konvensional fertilizer saat ini rendah, kehilangan
mencapai sekitar 50-70%. Pupuk nano memiliki peluang untuk mengurangi
secara sangat berarti dampak terhadap energi, ekonomi dan lingkungan
dengan cara mengurangi kehilangan nitrogen oleh perembesan, emisi dan
pergabungan jangka panjang dengan mikroorganisme tanah. Kelemahan ini
bisa diatasi dengan sistem pelepasan pupuk menggunakan teknologi nano.
Sistem
pelepasan hara pada teknologi nano memanfaatkan bagian-bagian tanaman
berskala nano yang porous yang bisa mengurangi kehilangan nitrogen.
Pupuk yang dienkapsulasi dalam partikel nano akan meningkatkan
penyerapan hara. Pada generasi lanjut pupuk nano, pelepasan pupuk bisa
dipicu dengan kondisi lingkungan atau dengan pelepasan pada waktunya.
Pelepasan pupuk dengan lambat dan terkendali berpotensi menambah
efisiensi penyerapan hara.
Pupuk nano yang menggunakan bahan alami
untuk pelapisan dan perekatan granula pupuk yang bisa larut memberi
keuntungan karena biaya pembuatannya lebih rendah dibanding pupuk yang
bergantung pada bahan pelapis hasil manufaktur.
Pupuk yang
dilepas dengan lambat dan terkendali bisa pula memperbaiki tanah dengan
cara mengurangi efek racun yang terkait dengan aplikasi pupuk secara
berlebihan. Pada teknologi nano yang sedang dikembangkan sekarang,
zeolit telah dipergunakan sebagai pemeran mekanisme pelepasan pupuk.
Pupuk Bio Active Bravo Nature
Pupuk
yang menggunakan teknologi nano yang bermanfaat untuk meningkatkan
penyerapan hara, perlindungan tanaman, serta meningkatkan hasil
produktifitas tanaman dengan efisiensi dan penghematan sumberdaya lahan.
Mengandung komposisi unsur hara makro mikro, serta zat pengatur tumbuh
yang diformulasi dan diproduksi sesuai untuk kebutuhan semua jenis
tanaman.
Kita ketahui bahwa efisiensi penggunaan nitrogen
pada sistem konvensional fertilizer saat ini rendah, kehilangan mencapai
sekitar 50-70%. Pupuk nanoteknologi memiliki peluang sangat besar
terhadap dampak energi, ekonomi dan lingkungan dengan cara mengurangi
kehilangan nitrogen oleh perembesan, emisi dan pengabungan jangka
panjang dengan mikroorganisme tanah. Kelemahan ini bisa diatasi dengan
sistem pelepasan pupuk menggunakan nanoteknologi.
Pupuk
organik cair Nanoteknologi Bravo nature bekerja dengan sistem pelepasan
hara, memanfaatkan bagian - bagian tanaman dan enkapsulasi dalam
partikel nano. Pelepasan pupuk dengan lambat dan terkendali berpotensi
menambah efisiensi penyerapan hara.
Manfaat dan Keunggulan:
- Menghemat biaya produksi serta meningkatkan produktifitas.
- Merangsang pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah.
-
Mengandung unsur hara makro, mikro dan protein tinggi sebagai
hasil senyawa organik bahan alami nabati dan hewani yang mengandung sel
sel hidup aktif.
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit sekaligus menekan populasi hama dan penyakit tanaman.
- Mencegah kelayuan dan kerontokan daun dan buah.
- Mempercepat panen
- Aman digunakan karena sangat bersahabat dengan lingkungan dan tidak membunuh musuh alami
- Dapat digunakan bersaman dengan cairan jenis lain(insektisida)
- Dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman.
Sumber: HIMATETA IPB, BALAI PENELITIAN TANAH, MANTING BLOGS, FORDINAGAMA, Badan Litbang Pertanian, Pupuk Bioaktif Bravo Nature